Tugas Individual
Mata kuliah :
Psikoterapi (soft skill)
Nama : Asyifa
Fauziah
NPM : 11510204
Kelas : 3PA09
a. Jelaskan pengertian dari psikoterapi
psikoterapi
adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinhsip-prinsip psikologis untuk
membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien
supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan
masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
b. Sebutkan dan jelaskan tujuan dari psikoterapi
a. Tujuan psikoterapi dengan
pendekatan psikodinamik menurut Ivey adalah membuat sesuatu yang
tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari.rekonstruksi kepribadiannya dilakukan
terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru
dari konflik-konflik yang lama.
b. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
psikoanalisis menurut Corey adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi
sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali
pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui
konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
c. Tujuan psikoterapi dengan
pendekatan Rogerian terpusat pada pribadi. Corey menjelaskan mengenai hal
ini sebagai terapi perilaku yang bertujuan secara umum untuk menghilangkan
perilaku yang maladaptive dan lebih banyak mempelajari perilaku yang efektif.
d. Tujuan psikoterapi dengan metode dan
teknik gestalt yang dirumuskan oleh Ivey adalah agar seseorang lebih
menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan
seseorang.
c. Sebutkan dan jelaskan unsur dari psikoterapi
Messerman melaporkan tujuh “parameter pengaruh” dasr yang mencakup
unsur-unsur yang lazim pada semua jenis psikoterapi yaitu:
a. Peran sosial (“martabat”)
psikoterapis.
b. Hubungan (persekutuan terapeutik)
c. Hak
d. Retrospeksi
e. Re-edukasi
f. Rehabilitasi
g. Resosialisasi
h. Rekapitulasi
d. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara
psikoterapi dan konseling
Psikoterapi dan konseling, menurut Corsini (1989),
berbeda bukan secara kualitatif, tetapi sebagai perbedaan kuantitatif. Suatu proses
interaksi antara profesional dan kliennya, sama saja hanyalah beda jumlah
intervensinya saja.
Dalam
psikoterapi, terapis lebih banyak mendengarkan apa yang dialami atau yang
menjadi masalah klien, psikoterapi juga sebagai proses koreksi pengalaman
emosi, sedangkan
Dalam
konseling, konselor lebih aktif memberikan intervensi dan konseling sebagai
pemecahan masalah yang disediakan oleh konselor.
e. Jelaskan mengenai pendekatan psikoterapi
terhadap mental illnes
Dalam ilmu psikologi, ada banyak sekali metode yang bisa
digunakan untuk terapi. Semua metode itu merupakan hasil pemikiran dan
penelitian para pakar psikologi dari berbagai penjuru dunia. Dari sekian banyak
metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima pendekatan, yaitu:
1. Psychoanalysis & Psychodynamic
Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah
perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya
tersembunyi di pikiran bawah sadar. Tujuan dari metode psikoanalisis dan psikodinamik adalah agar klien bisa
menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis
mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu,
klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami
masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui
“insight” (pemahaman pribadi). Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam
pendekatan psikodinamik adalah: Ego State Therapy, Part Therapy, Trance
Psychotherapy, Free Association, Dream Analysis, Automatic Writing,
Ventilation, Catharsis dan lain sebagainya.
2. Behavior Therapy
Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran.
Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh
yang melahirkan behavior therapy adalah Ivan Pavlov yang menemukan “classical
conditioning” atau “associative learning”. Inti dari pendekatan behavior
therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi
(hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi). Misalnya pada kasus fobia ular,
penderita fobia mengasosiasikan ular sebagai sumber kecemasan dan ketakutan
karena waktu kecil dia penah melihat orang yang ketakutan terhadap ular. Dalam
hal ini, penderita telah belajar bahwa "ketika saya melihat ular
maka respon saya adalah perilaku ketakutan". Tokoh lain dalam
pendekatan Behavior Therapy adalah E.L. Thorndike yang mengemukakan konsep
operant conditioning, yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena
berharap hadiah dan menghindari hukuman.
3. Cognitive Therapy
Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu
dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy
lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku.
Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan
disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku. Tokoh besar dalam cognitive therapy
antara lain Albert Ellis dan Aaron Beck. Tujuan utama dalam pendekatan
cognitive adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan
berpikir rasional. Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan
Cognitive adalah Collaborative Empiricism, Guided Discovery, Socratic
Questioning, Neurolinguistic Programming, Rational Emotive Therapy (RET),
Cognitive Shifting. Cognitive Analytic Therapy (CAT) dan sebagainya.
4. Humanistic Therapy
Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan
setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap
manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh
karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai
fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak
mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk
memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri. Metode
psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah Gestalt Therapy,
Client Cantered Psychotherapy, Depth Therapy, Sensitivity Training, Family
Therapies, Transpersonal Psychotherapy dan Existential Psychotherapy.
5.
Integrative /
Holistic Therapy
apabila seorang klien mengalami komplikasi gangguan psikologis yang mana tidak
cukup bila ditangani dengan satu metode psikoterapi saja. Oleh karena itu, Hal
ini disebut Integrative Therapy atau Holistic Therapy, yaitu suatu psikoterapi
gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang secara
keseluruhan.
f. Sebutkan dan jelaskan bentuk utama terapi
a.
Gestalt Therapy
Nama yang paling kuat terkait dengan terapi Gestalt adalah Frederick
("Fritz") Perls (1893-1970). Psikolog
Gestalt keberatan untuk mempelajari unsur-unsur tertentu dalam persepsi dan
pembelajaran, dengan alasan bahwa kita tidak mengalami dunia dalam fragmen yang
terisolasi tetapi dalam konfigurasi bermakna (Hergenhahn, 1992). Studi psikolog
Gestalt 'persepsi dan pemecahan masalah menunjukkan bahwa kita cenderung untuk
melihat pola, bukan rangsangan terisolasi, dan bahwa orang-orang dan hewan
dapat memecahkan masalah dalam kilatan wawasan di mana kita tiba-tiba
"melihat" solusi bukan oleh Leaming esensial-and-error yang
membosankan. Para psikolog Gestalt Kurt Koffka, Wolfgang Kohler, dan Max
Wertheimer mengembangkan sistem mereka sebagai teori medan di mana struktur
yang diciptakan oleh kimia otak memaksakan agar pada apa yang kita rasakan,
sementara pada saat yang sama pola apa yang dirasakan secara bertahap dapat
membentuk tata letak otak manusia.
b.
Client-Centered
Therapy
Pengenalan Carl Rogers “Clien-Centered Therapy” pada tahun 1940 adalah
peristiwa penting dalam meluncurkan terapi humanistik sebagai kekuatan yang
signifikan dalam psikoterapi Amerika. Asumsi utama Rogers adalah bahwa klien
mengarahkan pertumbuhan pribadi mereka sendiri, dibantu oleh sumber daya batin
mereka sendiri. Proses terapis ini membantu bersama dengan menyiapkan
iklim yang paling fasilitatif, hubungan interpersonal yang hangat yang ditandai
dengan keaslian terapis, hal positif tanpa syarat, dan empati. Dipengaruhi oleh
Maslow, Rogers percaya bahwa drive bawaan individu untuk aktualisasi diri semua
bahwa salah satu kebutuhan untuk memecahkan masalah pribadi dan emosional dan
menjalani kehidupan yang memuaskan. Tugas terapis adalah untuk membebaskan
proses ini ketika telah menjadi diblokir, biasanya ketika individu telah
kehilangan kontak dengan nya atau rasa sendiri tentang apa yang terasa benar
dan bergantian, sebagai gantinya, untuk menerima penghakiman dan mencari
persetujuan dari orang lain.
Konsisten dengan teori ini, Rogers memberikan konselor dan psikoterapis
rekomendasi: Jangan memecahkan masalah, tapi membantu klien tumbuh. Mengandalkan
pada drive individu terhadap penyesuaian dan perkembangan yang sehat. Tekankan
emosional, bukan intelektual, unsur-unsur dalam proses konseling. Fokus pada
situasi mendesak, bukan masa lalu. Tekankan hubungan terapeutik itu sendiri
sebagai pengalaman pertumbuhan.
c.
FAMILY THERAPY
Terapi keluarga dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dari teoritis
ilmu psikologi mengenai intervensi keluarga. intervensi keluarga psikologi
dapat melibatkan, menilai, dan memperhatikan beberapa sistem dan tingkat
pengaruh sosial, termasuk rekan, sekolah , pekerjaan, komunitas, dan lingkungan
domain. Susunan yang luas dari intervensi yang mungkin menarik kuat, tapi tidak
seluruhnya, dari terapi keluarga dan studi tentang sistem keluarga.
d.
TERAPI KELOMPOK
Bagi klinik atau rumah sakit dengan banyak klien, psikoanalisis tradisional
tidak dapat dijalankan sebagai bentuk standar dari pelayanan. Satu solusi pada
masalah logistic ini adalah dengan memberikan terapi bagi sejumlah besar orang
untuk mengobati beberapa dari mereka sekaligus. Terapi kelompok telah
dijelaskan sebagai produk dari teknik marketing modern, sebuah metode yang
membuat psikoterapi tersedia untuk konsumen kecil dengan harga yang dia mampu. Terapi
kelompok diamati bahwa tekniknya tidak hanya hemat namun jug efektif
dibandingkan terapi tradisional. Beberapa keuntungan dari terapi kelompok telah
dikutip sebagai berasal dari rasa memiliki dan diterima oleh kelompok sebaya.
Daftar Pustaka :
Mappiare,
Andi. 1992. Pengantar Konseling dan
Psikoterapi. Jakarta : PT Raja Grafindo
Gunarsah,
Singgih D. 2004. Konseling dan
Psikoterapi. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia
Atkinson,
Rita L, Atkinson, Richard C, Hilgard, Ernest R. 1983. Pengantar psikologi. Jakatra : Erlangga
Maulany,
R.F. (1997).Buku Saku Psikiatri. Jakarta: Penerbit Buku kedokteran.